Selasa, 26 Januari 2010

Kekacauan Pemerintahan Irak buatan Amerika Serikat


Instabilitas Politik dan masalah keamanan masih dirasakan di Irak. Negri yang dibentuk oleh Amerika dan sekutunya itu masih tidak stabil dan rawan sekali akan ancaman bom dari gerakan-gerakan tidak senang akan pemerintahan baru yang dibuat oleh Amerika ini.

Baru-baru ini tiga bom meledak di kota Baghdad Irak dengan sasaran hotel-hotel mewah yang didiami oleh orang Amerika atau populer di kalangan Barat. Setidaknya 30 orang tewas dan 70 luka-luka dalam tiga ledakan tersebut. Kelompok yang tidak senang dengan pemerintahan Nouri al Maliki sekarang, melancarkan serangan bom tepat beberapa minggu menjelang pemilu di Irak yang akan diadakan 7 Maret 2010 mendatang.


Selain itu jika suatu negara diserang atau dihancurkan pasti meninggalkan dendam bagi keturunan yang dikalahkan. Masih banyak di Irak yang mendukung pemerintahan Saddam Husein. Pendukung setia Saddam Husein pasti tidak senang pada pemerintahan baru sekarang, yang buatan Amerika Serikat yang sejak dulu adalah musuh Irak.

Bir Ruuh..
Bid Daam..
Na’bdiika yaa Saddaam...
(Dengan Jiwa, .... Dengan Darah, .... Kami berjuang untuk mu wahai Saddaam)

Begitulah yel-yel pendukung Saddam Hussein dalam mengkobarkan semangat juang melawan Amerika Serikat beberapa tahun yang lalu. Dan Yel-yel tersebut masih terdengar hingga sekarang.

Kelompok-kelompok Islam Sunni Radikal yang mendukung gerakan anti pemerintahan presidium baru Amerika Serikat, juga masih menginginkan jatuhnya pemerintahan Nouri al Maliki, yang dituduh adalah kaki tangan dan boneka Amerika Serikat yang jelas berapa kelompok Islam Sunni di Irak tidak suka akan pemerintahan tersebut.


Lebih-lebih baru-baru ini di Irak pihak pemerintahan Nouri baru saja menghukum mati seorang kepercayaan Saddam, Hassan al Majid. Hassan al Majid adalah seorang jendral kepercayaan Saddam Hussein yang masih mempunyai hubungan darah (keluarga) dengan Saddam Hussein, sebagai sepupu. Hassan al Majid dikenal dengan Ali Kimia, pejabat tinggi yang paling ditakuti di tahun 1996, karena sangat tegas menegakkan hukum terhadap lawan-lawannya, walau keponakannya sendiri Hussein Kamel dan Saddam Kamel, tetap ia hukum dan dibuang ke Yordania pada tahung 1996.

Eksekusi mati Ali Kimia membuat orang-orang setia pada Saddam Hussein makin membenci pemerintahan Nouri dan ingin sekali menumbangkan dan membersihkan Irak dari Amerika Serikat, begitu pula rakyat Irak dan kelompok-kelompok Islam Sunni Radikal juga bersikap yang sama.

Hanya sekelompok kecil orang-orang Nasionalis Barat, didukung oleh segelintir orang-orang Syiah yang berlindung dibalik ketiak Amerika Serikat yang mendukung pemerintahan Nouri sekarang dan juga Amerika Serikat dan sekutunya tentunya.

Kelompok Islam Sunni di Irak menentang pemerintahan bentukan Amerika Serikat sekarang dan menyataka perang terhadapnya (pemerintahan kafir Amerika) adalah Jihad dan mati melawannya adalah mati syahid.

Taktik Amerika Serikat yang menyerang suatu daerah yaitu “clear and defence” adalah taktik daerah taklukan dengan cara menyerang, membersihkan dari musuh kemudian mempertahankannya. Bagaimanapun jika suatu tulisan di kertas dihapus pasti meninggalkan sisa penghapusan tersebut. Tidak pernah penghapusan tersebut bersih seperti semula kertas baru yang baru ditulis. Begitu pula negara yang sudah berdiri lama berpuluh tahun jika dihapus tentu meninggalkan sisa, tidak akan pernah bersih seperti semula seperti sebelum ada negara. Sisa-sisa perlawanan terhadap Amerika Serikat adalah rakyat Irak sendiri yang tidak akan pernah melupakan akan kebengisan perang yang dilakukan Amerika Serikat yang membunuh mati Ibu, Ayah, Anak dan Keluarganya.

Bagaimanapun penyerangan Amerika Serikat adalah salah terhadap Irak. Oleh sebab itu, kini, Bom dan dendam adalah hanya salah satu akibat dari sekian ribu banyaknya permasalahan yang dibuat Amerika Serikat akibat perang Irak dan Amerika Serikat. Akibat tersebut tidak akan hanya dirasakan sekarang tetapi puluhan tahun kedepan mungkin masih belum terselesaikan, kalau rakyat Irak tidak menyadari akan penjajahan zaman modren yang dilakukan Amerika Serikat.

2 komentar:

  1. mas aku mau nanya,
    tau ga sejarah di mulainya diplomasi irak...

    klo tahu bisa di email ke aku dong
    bonarneedscha@yahoo.co.id

    makasi banyak ya

    BalasHapus
  2. Hari ini kaum Muslimin berada dalam situasi di mana aturan-aturan kafir sedang diterapkan. Maka realitas tanah-tanah Muslim saat ini adalah sebagaimana Rasulullah Saw. di Makkah sebelum Negara Islam didirikan di Madinah. Oleh karena itu, dalam rangka bekerja untuk pendirian Negara Islam, kita perlu mengikuti contoh yang terbangun di dalam Sirah. Dalam memeriksa periode Mekkah, hingga pendirian Negara Islam di Madinah, kita melihat bahwa RasulAllah Saw. melalui beberapa tahap spesifik dan jelas dan mengerjakan beberapa aksi spesifik dalam tahap-tahap itu

    BalasHapus